Powered by Blogger.

Menikmati Sunrise di Gunung Bromo Serasa Melihat Lukisan


Gunung Bromo

Malam broh, gw mau berbaigi cerita pengalaman ke Gunung Bromo  nih di bulan Mei 2014. Ini merupakan kunjungan yang ke dua kali gw ke Wisata Bromo, sebelumnya gw udah pernah kesini pada bulan Mei 2013. Kenapa gw dateng ke sini lagi, karena objek wisata gunung Bromo indahnya bukan maen brohh,,,,Alam negeri ini emang luar biasa banget cakepnya (lebayyyy dikit) hahahha,,,,tp emang betul broh, buktinya gw sampe ketagihan wisata ke Gunung Bromo ini, apalagi sunrisenya yang super keren.


Spot sunrise di bromo merupakan salah satu yang terbaik di dunia loh broh,,,kalo lw ke sini pasti banyak banget turis-turis yang dateng. Objek wisata Gunung Bromo termasuk dalam kabupaten Probolinggo Jawa Timur. Untuk ke lokasi Gunung bromo bisa melalui Kota Malang dan Kota Surabaya. Kebetulan gw berangkat dari Surabaya dengan Elf jam 23.00 untuk melihat Sunrise, karena kalo dari Surabaya membutuhkan waktu perjalanan sekitar 4 jam. Elf yang gw naikin cuma bisa nganterin di luar kawasan Wisata Bromo, jadi harus di sambung dengan menaikin Hardtop/mobil Jeep untuk menuju Spot Sunrise di Pananjakan satu dan tiba di Spot Sunrise sekitar jam 03.30.



Kalo ke sini jangan lupa pake Jaket yang super tebel ya broh, karena dinginya sampe ketulang sumsum (hahahaha). Gw saranin pas baru sampe di area Pananjakan lw isi perut dulu di warung sekitar situ, karena lw bakal menjelajah di area Gunung Bromo kurang lebih sampe jam  10.00. Oiya tempat duduk buat ngeliat Sunrise di sini mirip banget kaya lagi mau ngeliat pertunjukan gitu. Cari tempat posisi di paling depan broh biar bisa dapet foto selfi  yang keren. Disaat langit masih gelap lw disini bakal ngeliat fenomena Milki way yang super keren. Milki way  merupakan pita kabut bercahaya putih yang membentang pada bola langit, Pita kabut atau "aura" cemerlang ini sebenarnya adalah kumpulan jutaan bintang dan juga sevolume besar debu dan gas yang terletak di piringan/bidang galaksi. Pita ini tampak paling terang di sekitar rasi Sagitarius, dan lokasi tersebut memang diyakini sebagai pusat galaksi. Apalagi ngeliatnya bareng sama pujaan hati di samping kita pasti romantis dah tu broh,,,karena kalo di Jakarta gak bakal bisa ngeliat fenomena Milki way.


Nah kalo Sang Surya udah mau mulai keliatan buruan deh setting kamera lw sebaik mungkin, gw saranin pake tongsis bro soalnya sanggat membantu banget di saat seperti ini.


Ok broh, sekian dulu ya ceritanya Sunrisenya, kalo gw ceritain sekaligus bisa sampe sepuluh halaman tar,hehehe….cerita selanjutnya bersambung ke Wisata Kawah Bromo. Ikutin terus ya biar seru.

Wisata Sejarah ke Pulau Kelor, Cipir dan Onrust di Kepulauan Seribu


Pulau Kelor, Cipir dan Onrust merupakan bagian dari beberapa kepulauan seribu. Buat lw yang tinggal di Jakarta wajib ke wisata ini broh, karena ke-3 pulau ini termasuk kedalam wisata sejarah. Cukup dengan satu hari saja kita udah bisa berkeliling ke tiga pulau tersebut. Biayanya juga tergolong murah, banyak jasa wisata yang menyediakan wisata ke pulau-pulau ini, waktu gw ke sini 12 April 2014 kebetulan menggunakan jasa wisata punya temen gw yaitu Kemuning Indowisata dengan biaya Rp99.000 sudah All in broh..Untuk ke pulau ini kita metting pointnya di Muara Kamal Jakarta Utara. Yang belum tau ke-3 pulau ini berikut gw beberkan deskripsinya.


Pulau Kelor dahulu dikenal dengan nama Pulau Kherkof merupakan pulau yang berada pada gugusan Kepulauan Seribu. Jaraknya ke Pantai Ancol sekitar 1,8 kilometer atau satu jam pelayaran dengan kapal motor. Di pulau ini terdapat peninggalan Belanda berupa galangan kapal dan benteng yang dibangun VOC untuk menghadapi serangan Portugis di abad ke 17. Di sini juga terdapat kuburan Kapal Tujuh atau Sevent Provincien serta awak kapal berbangsa Indonesia yang memberontak dan akhirnya gugur di tangan Belanda.

 




   

Pulau Cipir/Kahyangan. Dulu, jema’ah haji yang baru tiba dari tanah suci pertama kali turun di Pulau Cipir. Para jema’ah haji itu satu persatu diperiksa kesehatannya, jika mereka membawa bibit penyakit menular, berarti harus tinggal di stasiun karantina di Pulau Cipir, namun untuk jema’ah yang dinyatakan sehat akan dibawa ke Pulau Onrust. Pulau dengan pasir putihnya ini punya nama lain Pulau Kahyangan atau Pulau Nirwana. Di ujung Pulau Cipir terdapat beberapa pondasi Jembatan Ponton. Jembatan ini diperkirakan telah ada sejak tahun 1911. Jika air laut sedang surut, lw bisa menyaksikan susunan batu bata merah yang tersusun menjadi bangunan pondasi dermaga kecil yang dulunya digunakan untuk menerima kedatangan para jemaah haji yang akan dikarantina di pulau ini.




Pulau Onrust menurut bahasa Belanda berarti tanpa istirahat. Nama ini dikenal sejak Abad 17. Namun hanya dikenal oleh kalangan Belanda saja dan para buruh yang diperkerjakan di Pulau tersebut. Sedangkan penduduk setempat tetap mengenalnya sebagai pulau kapal. Sebab asal muasalnya pada pertengahan abad 17 hingga 18 di Pulau ini banyak berlabuh kapal-kapal VOC. Tahun 1930-an, Pulau Onrust juga menjadi asrama haji sebelum diberangkatkan ke Arab Saudi. Para calon haji di Pulau Onrust diadaptasikan dengan udara laut karena zaman dahulu mereka naik kapal laut sebelum menuju ke Arab Saudi. Di pulau ini masih terlihat bangunan-bangunan peninggalan penjajah Belanda seperti benteng dan pelabuhan kuno.




Ok broh seru-seru kan wisatanya. Wisata itu gak perlu mahal yang penting kita bisa nikmatin keindahan di tempat tersebut. Dan yang terpenting jangan buang sampah sembarangan ya, selalu jaga kebersihan dimanapun.

Tunggu cerita wisata gw berikutnya yang gak kalah seru ya…












Telaga Sarangan Magetan, Indahnya Telaga di Gunung Lawu


 

 

Malam broh,,malam-malam gini gw sempetin untuk update artikel cerita wisata di saat liburan Idul fitri 2014. Wisata yang gw kunjungin yaitu Telaga Sarangan, lokasinya kurang lebih 60km dari kota Solo selama 2,5 Jam. Telaga sarangan lokasinya di perbatasan Jawa Tengah dengan Jawa Timur, yaitu di antara Kabupaten Karanganyar dengan Kabupaten Magetan dan berada di lereng Gunung Lawu pd ketinggian 3.265 dpl ini.

Berhubung kampung halaman gw di kabupaten Karanganyar, jadi jarak yang gw tempuh kurang lebih 1 jam untuk menuju ke lokasinya. Selama perjaanan kita akan melihat kebun sayur-sayuran di kanan-kiri jalan, banyak para wisatawan yang mampir untuk sekedar beristirahat di kedai-kedai kopi di pinggir jalan sambil menikmati pemandangan alam pegunungan.


 



Kebetulan perjalanan gw ke sini menggunakan sepeda motor dan dikenakan biaya tiket Rp20.000 /orang. Harga segitu sudah include tiket masuk pengunjung+sepeda motor+asuransi. Untuk tiket parkirnya Rp5.000 /motor.

Berhubung gw dating ke sini pas saat liburan Idul Fitri jadi pengunjung yang dating pun sangat ramai sekali. Di Telaga Sarangan kita bisa menaiki kuda untuk berkeliling sekitar telaga, outbound, penyewaan ATP, Paint Ball, Speed Boat di telaga yang menurut gw gokil banget dan menantang. Dengan ombak yang lumayan gede ditambah dengan kecepatan speed boat yang super kenceng bisa bikin jantung deg degkan.  Harga sewa Speed Boat Rp50.000 bisa isi 5 orang dengan sekali putaran telaga.




Bagi yang mau nginep, disana juga banyak disedikan tempat penginapan , sentral oleh-oleh juga banyak banget. Disini gw juga beli oleh-oleh buat temen-temen di kantor.


 

Ok, sekian cerita pengalaman wisata gw ke Telaga Sarangan. Semoga bisa jadi referensi buat lw yang mau berwisata ke Kota Solo.







Galabo, Surganya Pecinta Kuliner Khas Solo


Malam broh,,minggu lalu disaat mudik ke Solo gw dating ke Pusat kuliner di Kota Solo yaitu GALABO. Lokasinya tepat di depan Mall PGS (Pusat Grosir Solo) dekat area Alun-Alun Keraton Solo. Kebetulan gw kulinerannya pas malam broh, jadi suasanya sangat pas dengan di iringi live musik acoustic. Kalo menurut gw Galabo itu mirip banget sama Malioboro yang ada di Jogja, nah klo di Solo ya di Galabo.


 


Lw bakal nemuin berbagai macem jenis kuliner di sini, gw aja sampe binggung mau pesen makan apa. Setelah melihat berbagai menu makanan yang sebagian tertulis di banner, akhirnya gw pun memutuskan memesan menu tengkleng di sebuah stall Sate Petir yang menyediakan makanan berbahan dasar kambing, ada sate buntal dan lain-lain, tetapi gw lebih tertarik untuk mencicipi tengkleng dengan harga Rp20.000.



Tengkleng merupakan makanan khas Solo, berupa sop yang terdiri dari tulang-tulang kambing  yang masih tersisa sedikit daging yang melekat pada tulang kambing tersebut.

Ok sekian dulu cerita kulineran gw di Kota Solo, mungkin aja destinasi ini bisa jadi referensi ketika lw lagi berkunjung ke Kota Solo.




Candi Cetho, Candi yang tersembunyi di Ketinggian Karanganyar

herikiswanto.com candi_ceto


 

Sebelumnya berbagi cerita pengalan objek wisata Candi Cetho, gw mau ngucapin minalaidin walfaidzin mohon maaf lahir dan batin Selamat Hari Raya Idul FItri 1425H. Kebetulan lebaran di tahun ini gw ikutan keluarga mudik ke Solo, setelah hari raya idul fitri gw sempetin buat keluyuran ke Candi Cetho lokasinya kebetulan gak jauh dari kampung halaman gw broh,,ya kurang lebih 45 menit. Candi Cetho terletak di lereng gunung Lawu yang masih masuk di Kabupaten Karanganyar Solo. Dalam perjalanan kita akan disuguhkan oleh pemandangan kebun teh yang keren abis broh dengan udara yang sangat dingin.

 



Tiket di kawasan Candi Cetho hanya Rp5.000 saja. Candi Cetho Karanganyar adalah sebuah candi Hindu yang berlokasi di Dusun Cetho Desa Gumeng, Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar. Letaknya cukup tinggi yaitu di ketinggian 1.400 mdpl. Candi Cetho Karanganyar mempunyai latar belakang yang hampir sama dengan Candi Sukuh yang juga berada di Kabupaten Karanganyar.

Nama Cetho sendiri merupakan sebutan yang diberikan oleh masyarakat sekitar yang juga adalah nama dusun tempat situs candi ini berada. Cetho dalam Bahasa Jawa mempunyai arti “jelas”, ini karena di dusun Cetho ini orang dapat melihat dengan sangat jelas pemandangan pengunungan yang mengitarinya yaitu Gunung Merbabu, Gunung Merapi, Gunung Lawu, dan di kejuhan nampak puncak Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing. Selain itu dari dusun ini kita juga disuguhkan dengan pemandangan luas Kota Surakarta dan Kota Karanganyar yang terbentang luas di bawah.



Menurut para ahli sejarah dan purbakala sejarah Candi Cetho Karanganyar ini juga dibangun pada masa yang sama dengan Candi Sukuh yaitu di sekitar abad ke-15 di akhir masa kejayaan Kerajaan Majapahit Hindu. Dibangunnya situs ini pada masa keruntuhan Majapahit mempengaruhi bentuk arsitektur candi. Candi ini mempunyai bentuk yang sangat unik, sama uniknya dengan arsitektur Candi Sukuh. Candi Cetho tidak memiliki bentuk seperti pada candi Hindu di Jawa pada umumnya. Bentuknya yang menyerupai punden berundak. Hal ini mendatangkan kesimpulan bahwa jatuhnya Majapahit membuat mulai munculnya kembali kebudayaan asli masyarakat sekitar.

 

Sekian cerita pengalaman gw di Candi ini, nantikan cerita berikutnya yang gak kalah seru.

Brongkos Koyor yang menggugah selera, Yogyakarta

herikiswanto.com brongkos_koyor_handayani1


Salam Kuliner

Hmm Brongkos salah satu makanan asli jogja yang banyak ditemui di kota ini, dari yang spesial menjual brongkos, sampai warung makan atau warteg pun ada yang menyajikan brongkos dimenunya.
Gw pribadi awalnya gak begitu suka dengan masakan brongkos ini, karena lidah gw agak kurang suka rasanya. Tapi semua berubah ketika gw mencicipi Brongkos Ini. Kuahnya yang kental, aromanya yang wangi karena dimasak dengan kayu bakar bikin gw ketagihan.


Lokasinya ada di Pojokan Alun Alun Kidul yang tembus kearah Plengkung Gading. Resto sederhana di pojokan jalan setiap harinya penuh sesak dengan orang yang ingin mencicipi lezatnya brongkos ini walau kadang harus sharing table.
Harganya juga relatif tidak terlalu mahal, dengan menu spesialnya Brongkos Koyor, dagingnya yang empuk semakin memanjakan lidah ini, ditambah lagi dengan tambahan menu Tetelan Goreng, dan Tempe Goreng melengkapi keindahan dari rasa brongkos ini.. ditutup dengan minuman sejenis es campur yang manisnya pas dilidah membuat siapapun pasti akan kembali ke warung ini.

herikiswanto.com brongkos_koyor_handayani2

Untuk yang tetap tidak suka brongkos disini tersedia Nasi Pecel dan Soto juga lho broh....

Rekomendasi gw dateng kesini jangan pas jam makan siang karena akan penuh sesak broh.. dengan pelanggan. datang lebih awal atau setelah jam makan siang agar dapat meja dan nyaman saat menikmati makanan disini. Ok segitu aja cerita pengalaman gw untuk kuliner yang satu ini.

Nantikan cerita pengalaman kuliner selanjutnya ya...

 

Lokasi: Jl. Gading No. 2 Selatan Alun-alun Kidul Keraton, Yogyakarta , Tlp.081392747998


Gudeg Yu Djum, Yogyakarta

herikiswanto.com gudeg yu djum1

Yogyakarta kota yang tak pernah mati untuk soal makanan broh.., dari pagi sampai lewat tengah malam pun masih banyak makanan yang bisa kita makan, so gak , perlu takut buat kehabisan stok makanan disini,

Jl.Wijilan ini bisa di bilang desa Gudeg, soalnya sepanjang jalan ini hanya dihuni oleh rumah makan Gudeg, dan salah satu favorit gw adalah Gudeg Yu Djum. Rasanya gudeg ini sudah menjadi gudeg paling populer dan paling wajib di kunjungi ketika menginjakan kaki di Yogyakarta. Mulai buka dari jam 6 pagi, Gudeg Yu Djum sudah mengundang antrian yang panjang broh.., maklum bagi pecinta gudeg kering, rasanya mereka tak akan memilih tempat makan gudeg lain selain Gudeg Yu Djum.

herikiswanto.com gudeg yu djum2

Gudeg kering memiliki sensasi yang beda, sesuai dengan namanya gudeg ini kering, jadi tak menggunakan areh (santan kental) yang lebih biasa di pakai di gudeg solo, meski beberapa gudeg yogya juga menggunakannya, tetapi gudeg tipe basah ini lebih dikenal di solo, tetapi kembali lagi ke selera, bila yang suka rasa lebih gurih dan lebih basah mungkin akan menyukai tipe gudeg basah, tetapi gw pribadi lebih menyukai gudeg kering Yu Djum ini..



Gudeg Yu Djum ini memang spesial, oleh karena itu tak heran menjadi salah satu gudeg paling favorit di Yogyakarta, tetapi karena tempat makannya lebih sering penuh, gw biasanya selalu bungkus kalau makan gudeg Yu Djum, atau bahkan sering gw bawa sampai ke Jakarta, atau bisa menjadi bekal perjalanan, karena Gudeg Yu Djum bisa tahan hingga 1 × 24 jam, untuk varian isi gudeg mereka juga banyak pilihan, mulai dari nasi gudeg telur sampai komplit dengah tambahan daging ayam, range harga yang di tawarkan pun cukup terjangkau, mulai IDR 9.000 -IDR 30.000.


herikiswanto.com gudeg yu djum4herikiswanto.com gudeg yu djum3

















Di sini gudegnya dibuat dari nangka muda yang dimasak tidak terlalu manis, sehingga gak bikin eneg, kemudian sambal krecek yang kering dan pedasnya nendang ini membuat gudeg yang satu ini terasa beda dengah gudeg lainnya, sebuah sajian makanan khas Yogyakarta yang selalu bisa memberi kenangan santap nikmat dilidah, gw rasa menikmati gudeg yang satu ini hanya dengan telur ataupun tahu sudah terasa sangat special, tanpa harus dengan ayam, tetapi memang ayam disini juga punya rasa manis gurih yang sangat enak, kalau suka pedas bisa menyantap gudeg ini dengan cabe rawit hmmm sangat enak broh...!