Powered by Blogger.

Wisata Sejarah ke Pulau Kelor, Cipir dan Onrust di Kepulauan Seribu


Pulau Kelor, Cipir dan Onrust merupakan bagian dari beberapa kepulauan seribu. Buat lw yang tinggal di Jakarta wajib ke wisata ini broh, karena ke-3 pulau ini termasuk kedalam wisata sejarah. Cukup dengan satu hari saja kita udah bisa berkeliling ke tiga pulau tersebut. Biayanya juga tergolong murah, banyak jasa wisata yang menyediakan wisata ke pulau-pulau ini, waktu gw ke sini 12 April 2014 kebetulan menggunakan jasa wisata punya temen gw yaitu Kemuning Indowisata dengan biaya Rp99.000 sudah All in broh..Untuk ke pulau ini kita metting pointnya di Muara Kamal Jakarta Utara. Yang belum tau ke-3 pulau ini berikut gw beberkan deskripsinya.


Pulau Kelor dahulu dikenal dengan nama Pulau Kherkof merupakan pulau yang berada pada gugusan Kepulauan Seribu. Jaraknya ke Pantai Ancol sekitar 1,8 kilometer atau satu jam pelayaran dengan kapal motor. Di pulau ini terdapat peninggalan Belanda berupa galangan kapal dan benteng yang dibangun VOC untuk menghadapi serangan Portugis di abad ke 17. Di sini juga terdapat kuburan Kapal Tujuh atau Sevent Provincien serta awak kapal berbangsa Indonesia yang memberontak dan akhirnya gugur di tangan Belanda.

 




   

Pulau Cipir/Kahyangan. Dulu, jema’ah haji yang baru tiba dari tanah suci pertama kali turun di Pulau Cipir. Para jema’ah haji itu satu persatu diperiksa kesehatannya, jika mereka membawa bibit penyakit menular, berarti harus tinggal di stasiun karantina di Pulau Cipir, namun untuk jema’ah yang dinyatakan sehat akan dibawa ke Pulau Onrust. Pulau dengan pasir putihnya ini punya nama lain Pulau Kahyangan atau Pulau Nirwana. Di ujung Pulau Cipir terdapat beberapa pondasi Jembatan Ponton. Jembatan ini diperkirakan telah ada sejak tahun 1911. Jika air laut sedang surut, lw bisa menyaksikan susunan batu bata merah yang tersusun menjadi bangunan pondasi dermaga kecil yang dulunya digunakan untuk menerima kedatangan para jemaah haji yang akan dikarantina di pulau ini.




Pulau Onrust menurut bahasa Belanda berarti tanpa istirahat. Nama ini dikenal sejak Abad 17. Namun hanya dikenal oleh kalangan Belanda saja dan para buruh yang diperkerjakan di Pulau tersebut. Sedangkan penduduk setempat tetap mengenalnya sebagai pulau kapal. Sebab asal muasalnya pada pertengahan abad 17 hingga 18 di Pulau ini banyak berlabuh kapal-kapal VOC. Tahun 1930-an, Pulau Onrust juga menjadi asrama haji sebelum diberangkatkan ke Arab Saudi. Para calon haji di Pulau Onrust diadaptasikan dengan udara laut karena zaman dahulu mereka naik kapal laut sebelum menuju ke Arab Saudi. Di pulau ini masih terlihat bangunan-bangunan peninggalan penjajah Belanda seperti benteng dan pelabuhan kuno.




Ok broh seru-seru kan wisatanya. Wisata itu gak perlu mahal yang penting kita bisa nikmatin keindahan di tempat tersebut. Dan yang terpenting jangan buang sampah sembarangan ya, selalu jaga kebersihan dimanapun.

Tunggu cerita wisata gw berikutnya yang gak kalah seru ya…












Telaga Sarangan Magetan, Indahnya Telaga di Gunung Lawu


 

 

Malam broh,,malam-malam gini gw sempetin untuk update artikel cerita wisata di saat liburan Idul fitri 2014. Wisata yang gw kunjungin yaitu Telaga Sarangan, lokasinya kurang lebih 60km dari kota Solo selama 2,5 Jam. Telaga sarangan lokasinya di perbatasan Jawa Tengah dengan Jawa Timur, yaitu di antara Kabupaten Karanganyar dengan Kabupaten Magetan dan berada di lereng Gunung Lawu pd ketinggian 3.265 dpl ini.

Berhubung kampung halaman gw di kabupaten Karanganyar, jadi jarak yang gw tempuh kurang lebih 1 jam untuk menuju ke lokasinya. Selama perjaanan kita akan melihat kebun sayur-sayuran di kanan-kiri jalan, banyak para wisatawan yang mampir untuk sekedar beristirahat di kedai-kedai kopi di pinggir jalan sambil menikmati pemandangan alam pegunungan.


 



Kebetulan perjalanan gw ke sini menggunakan sepeda motor dan dikenakan biaya tiket Rp20.000 /orang. Harga segitu sudah include tiket masuk pengunjung+sepeda motor+asuransi. Untuk tiket parkirnya Rp5.000 /motor.

Berhubung gw dating ke sini pas saat liburan Idul Fitri jadi pengunjung yang dating pun sangat ramai sekali. Di Telaga Sarangan kita bisa menaiki kuda untuk berkeliling sekitar telaga, outbound, penyewaan ATP, Paint Ball, Speed Boat di telaga yang menurut gw gokil banget dan menantang. Dengan ombak yang lumayan gede ditambah dengan kecepatan speed boat yang super kenceng bisa bikin jantung deg degkan.  Harga sewa Speed Boat Rp50.000 bisa isi 5 orang dengan sekali putaran telaga.




Bagi yang mau nginep, disana juga banyak disedikan tempat penginapan , sentral oleh-oleh juga banyak banget. Disini gw juga beli oleh-oleh buat temen-temen di kantor.


 

Ok, sekian cerita pengalaman wisata gw ke Telaga Sarangan. Semoga bisa jadi referensi buat lw yang mau berwisata ke Kota Solo.







Candi Cetho, Candi yang tersembunyi di Ketinggian Karanganyar

herikiswanto.com candi_ceto


 

Sebelumnya berbagi cerita pengalan objek wisata Candi Cetho, gw mau ngucapin minalaidin walfaidzin mohon maaf lahir dan batin Selamat Hari Raya Idul FItri 1425H. Kebetulan lebaran di tahun ini gw ikutan keluarga mudik ke Solo, setelah hari raya idul fitri gw sempetin buat keluyuran ke Candi Cetho lokasinya kebetulan gak jauh dari kampung halaman gw broh,,ya kurang lebih 45 menit. Candi Cetho terletak di lereng gunung Lawu yang masih masuk di Kabupaten Karanganyar Solo. Dalam perjalanan kita akan disuguhkan oleh pemandangan kebun teh yang keren abis broh dengan udara yang sangat dingin.

 



Tiket di kawasan Candi Cetho hanya Rp5.000 saja. Candi Cetho Karanganyar adalah sebuah candi Hindu yang berlokasi di Dusun Cetho Desa Gumeng, Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar. Letaknya cukup tinggi yaitu di ketinggian 1.400 mdpl. Candi Cetho Karanganyar mempunyai latar belakang yang hampir sama dengan Candi Sukuh yang juga berada di Kabupaten Karanganyar.

Nama Cetho sendiri merupakan sebutan yang diberikan oleh masyarakat sekitar yang juga adalah nama dusun tempat situs candi ini berada. Cetho dalam Bahasa Jawa mempunyai arti “jelas”, ini karena di dusun Cetho ini orang dapat melihat dengan sangat jelas pemandangan pengunungan yang mengitarinya yaitu Gunung Merbabu, Gunung Merapi, Gunung Lawu, dan di kejuhan nampak puncak Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing. Selain itu dari dusun ini kita juga disuguhkan dengan pemandangan luas Kota Surakarta dan Kota Karanganyar yang terbentang luas di bawah.



Menurut para ahli sejarah dan purbakala sejarah Candi Cetho Karanganyar ini juga dibangun pada masa yang sama dengan Candi Sukuh yaitu di sekitar abad ke-15 di akhir masa kejayaan Kerajaan Majapahit Hindu. Dibangunnya situs ini pada masa keruntuhan Majapahit mempengaruhi bentuk arsitektur candi. Candi ini mempunyai bentuk yang sangat unik, sama uniknya dengan arsitektur Candi Sukuh. Candi Cetho tidak memiliki bentuk seperti pada candi Hindu di Jawa pada umumnya. Bentuknya yang menyerupai punden berundak. Hal ini mendatangkan kesimpulan bahwa jatuhnya Majapahit membuat mulai munculnya kembali kebudayaan asli masyarakat sekitar.

 

Sekian cerita pengalaman gw di Candi ini, nantikan cerita berikutnya yang gak kalah seru.

Brongkos Koyor yang menggugah selera, Yogyakarta

herikiswanto.com brongkos_koyor_handayani1


Salam Kuliner

Hmm Brongkos salah satu makanan asli jogja yang banyak ditemui di kota ini, dari yang spesial menjual brongkos, sampai warung makan atau warteg pun ada yang menyajikan brongkos dimenunya.
Gw pribadi awalnya gak begitu suka dengan masakan brongkos ini, karena lidah gw agak kurang suka rasanya. Tapi semua berubah ketika gw mencicipi Brongkos Ini. Kuahnya yang kental, aromanya yang wangi karena dimasak dengan kayu bakar bikin gw ketagihan.


Lokasinya ada di Pojokan Alun Alun Kidul yang tembus kearah Plengkung Gading. Resto sederhana di pojokan jalan setiap harinya penuh sesak dengan orang yang ingin mencicipi lezatnya brongkos ini walau kadang harus sharing table.
Harganya juga relatif tidak terlalu mahal, dengan menu spesialnya Brongkos Koyor, dagingnya yang empuk semakin memanjakan lidah ini, ditambah lagi dengan tambahan menu Tetelan Goreng, dan Tempe Goreng melengkapi keindahan dari rasa brongkos ini.. ditutup dengan minuman sejenis es campur yang manisnya pas dilidah membuat siapapun pasti akan kembali ke warung ini.

herikiswanto.com brongkos_koyor_handayani2

Untuk yang tetap tidak suka brongkos disini tersedia Nasi Pecel dan Soto juga lho broh....

Rekomendasi gw dateng kesini jangan pas jam makan siang karena akan penuh sesak broh.. dengan pelanggan. datang lebih awal atau setelah jam makan siang agar dapat meja dan nyaman saat menikmati makanan disini. Ok segitu aja cerita pengalaman gw untuk kuliner yang satu ini.

Nantikan cerita pengalaman kuliner selanjutnya ya...

 

Lokasi: Jl. Gading No. 2 Selatan Alun-alun Kidul Keraton, Yogyakarta , Tlp.081392747998


Gudeg Yu Djum, Yogyakarta

herikiswanto.com gudeg yu djum1

Yogyakarta kota yang tak pernah mati untuk soal makanan broh.., dari pagi sampai lewat tengah malam pun masih banyak makanan yang bisa kita makan, so gak , perlu takut buat kehabisan stok makanan disini,

Jl.Wijilan ini bisa di bilang desa Gudeg, soalnya sepanjang jalan ini hanya dihuni oleh rumah makan Gudeg, dan salah satu favorit gw adalah Gudeg Yu Djum. Rasanya gudeg ini sudah menjadi gudeg paling populer dan paling wajib di kunjungi ketika menginjakan kaki di Yogyakarta. Mulai buka dari jam 6 pagi, Gudeg Yu Djum sudah mengundang antrian yang panjang broh.., maklum bagi pecinta gudeg kering, rasanya mereka tak akan memilih tempat makan gudeg lain selain Gudeg Yu Djum.

herikiswanto.com gudeg yu djum2

Gudeg kering memiliki sensasi yang beda, sesuai dengan namanya gudeg ini kering, jadi tak menggunakan areh (santan kental) yang lebih biasa di pakai di gudeg solo, meski beberapa gudeg yogya juga menggunakannya, tetapi gudeg tipe basah ini lebih dikenal di solo, tetapi kembali lagi ke selera, bila yang suka rasa lebih gurih dan lebih basah mungkin akan menyukai tipe gudeg basah, tetapi gw pribadi lebih menyukai gudeg kering Yu Djum ini..



Gudeg Yu Djum ini memang spesial, oleh karena itu tak heran menjadi salah satu gudeg paling favorit di Yogyakarta, tetapi karena tempat makannya lebih sering penuh, gw biasanya selalu bungkus kalau makan gudeg Yu Djum, atau bahkan sering gw bawa sampai ke Jakarta, atau bisa menjadi bekal perjalanan, karena Gudeg Yu Djum bisa tahan hingga 1 × 24 jam, untuk varian isi gudeg mereka juga banyak pilihan, mulai dari nasi gudeg telur sampai komplit dengah tambahan daging ayam, range harga yang di tawarkan pun cukup terjangkau, mulai IDR 9.000 -IDR 30.000.


herikiswanto.com gudeg yu djum4herikiswanto.com gudeg yu djum3

















Di sini gudegnya dibuat dari nangka muda yang dimasak tidak terlalu manis, sehingga gak bikin eneg, kemudian sambal krecek yang kering dan pedasnya nendang ini membuat gudeg yang satu ini terasa beda dengah gudeg lainnya, sebuah sajian makanan khas Yogyakarta yang selalu bisa memberi kenangan santap nikmat dilidah, gw rasa menikmati gudeg yang satu ini hanya dengan telur ataupun tahu sudah terasa sangat special, tanpa harus dengan ayam, tetapi memang ayam disini juga punya rasa manis gurih yang sangat enak, kalau suka pedas bisa menyantap gudeg ini dengan cabe rawit hmmm sangat enak broh...!

Mumpung Masih Muda, Ayo Kita Traveling!!!


Bagi Anda yang masih muda, segeralah mengepak tas dan jelajahi dunia, sebelum terlambat. Karena menurut survei, 75 persen orang di atas 35 tahun menyesal tidak sering liburan sewaktu mereka muda.


Ini adalah survei yang diadakan oleh perusahaan travel asal Inggris bernama Contiki Holidays. Dalam survei yang ditengok dari Daily Mail, Rabu (14/8/2013), disebutkan 3/4 responden berumur 35 tahun ke atas menyesal tidak terlalu sering liburan waktu muda.


Ada sekitar 2.000 responden yang mengikuti survei ini. Di mana 65 persen dari responden di atas 35 tahun menyarankan kepada orang yang lebih muda untuk melakukan perjalanan.



Orang-orang tua ini memimpikan liburan ke Australia, Asia, Amerika Latin dan Asia Tenggara. Dari semua yang memimpikan hal tersebut, hanya 14 persen yang benar-benar berangkat ke sana. Lainnya terhenti hanya sampai di mimpi.


Menurut orang-orang yang sering melakukan perjalanan, traveling bukan hanya mendatangi tempat-tempat indah dan mencari kebudayaan yang eksotis. Setidaknya 50 persen dari responden mengungkapkan hal yang sama, bahwa traveling bisa membuat Anda lebih peduli dengan dunia.


Hampir 30 persen responden mengaku traveling bisa membuat kepercayaan diri mereka meningkat. Sedangkan 23 persen dari responden mengaku traveling membuat meningkatkan rasa toleransi mereka.


Menurut Direktur Sales dan Marketing Contiki Holidays, Matt Fletcher, tak ada yang mau menyesali diri sementara hanya bisa melihat dunia melalui status update teman yang sedang traveling. Mungkin anak muda belum terlalu bisa melihat hal ini.


Namun, menurut Matt, kesempatan mereka masih sangat terbuka lebar. Selagi belum banyak tanggung jawab yang dipenuhi, selagi masih punya waktu yang tak berbatas. Waktu paling ideal traveling bagi anak muda adalah saat libur sekolah, saat menunggu waktu masuk kuliah atau baru lulus kuliah.







Sumber: http://travel.detik.com/read/2013/08/14/161122/2329730/1382/anak-muda-travelinglah-sebelum-menyesal

32% Traveler Pilih Mudik Naik Kereta Api

mudik kereta


Pulang kampung merupakan tradisi traveler Muslim untuk merayakan Hari Raya Idul Fitri di kampung halaman bersama keluarga. Beragam jenis kendaraan nyaman tentunya menjadi favorit para traveler.inilah 6 kendaraan favorit yang digunakan traveler saat pulang kampung:


1. Kereta Api (32 Persen)

Moda angkutan ini menduduki peringkat pertama dengan 32 responden yang memilihnya. Kereta api memang selalu menjadi raja moda transportasi yang digemari orang Indonesia. Namun, jalur kereta api dominan di wilayah Pulau Jawa.

Saat libur lebaran, harga tiket kereta api meroket tinggi mencapai harga Rp 600.000. Walaupun begitu kereta api tetap diserbu pemudik sejak H-90 sebelum lebaran.

Anda akan menempuh perjalanan berjam-jam untuk mencapai kota tujuan, bergantung tempatnya. Walaupun begitu, beragam alasan responden memilih kereta api bermacam-macam. Selain nyaman dan cepat, di sepanjang perjalanan Anda akan disuguhi hijaunya pemandangan sawah yang apik.

2. Pesawat (21 Persen)

Berikutnya, sebanyak 21 responden memilih transportasi udara pesawat dan menduduki peringkat kedua. Pesawat merupakan moda tercepat dan disukai pemudik yang tak suka berlama-lama di jalan. Apalagi bagi pemudik yang pulang ke kampung halaman ke luar Pulau Jawa.

Memang, harga pesawat biasanya menggila hingga lebih dari satu juta rupiah. Tapi ada sedikit cara jika ingin mendapat harga murah. Coba cek situs resmi maskapai setiap hari dan membandingkan harga tiket. Biasanya pada H-10 menjelang hari raya, beberapa maskapai menebar tiket murah.

Di samping itu, ada keuntungan bagi Anda yang ingin pulang kampung di hari H lebaran. Misalnya saja tujuan Jakarta-Surabaya, tiket seharga Rp 150.000 bisa Anda dapatkan karena beberapa maskapai mengadakan banting harga habis-habisan.

3. Mobil (18 Persen)

Peringkat ketiga diduduki oleh jenis kendaraan mobil. Responden sebanyak 18 orang memilih mobil karena macam-macam alasan. Mulai dari efisien, bisa merasakan mudik bareng-bareng keluarga, bisa membawa banyak barang kebutuhan sampai ada yang suka merasakan tradisi unik pulang kampung yakni puluhan jam menembus macetnya jalur mudik.

Suka duka pemudik yang menggunakan mobil ini memang tak ada habisnya jika dikisahkan. Jika Anda mudik membawa mobil, Anda bisa sesuka hati jalan-jalan kemanapun saat di kampung halaman tanpa pikir panjang.

4. Bus (18 Persen)

Selanjutnya yang menjadi favorit responden sebanyak 18 persen adalah Bus. Sama seperti mobil, Anda bisa merasakan tradisi unik saat pulang kampung yakni bermacet-macet ria di jalur mudik.

Biasanya, pemudik yang menggunakan bus itu adalah orang-orang yang mempunyai daerah tujuan yang hanya dijangkau dengan bus saja. Selain itu, bus menjadi moda alternatif jika meraka tidak mendapatkan tiket pesawat ataupun kereta api.

5. Motor (14 Persen)

Pulang kampung menggunakan motor menjadi pilihan favorit responden sebanyak 14 persen. Jalur mudik dihiasi barisan motor yang membawa serta keluarga untuk sampai ke kampung halaman. Padahal, banyak sekali risiko menggunakan motor saat pulang kampung.

Semangat berkobar dari benak pemudik memacu semangat untuk pulang kampung dan bertemu keluarga walau hanya menggunakan motor. Jika menggunakan motor Anda bisa bebas menyalip dan lebih efisien waktu dibanding menggunakan mobil. Selain itu, Anda tak akan banyak menghabiskan ongkos untuk sampai ke kampung halaman.

6. Kapal Laut (6 Persen)

Jenis kendaraan favorit terakhir yakni kapal laut. Biasanya kapal laut mengantarkan para perantau yang tinggal di Pulau Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi. Perjuangan pulang kampung dengan menggunakan kapal laut juga sangat mendominasi. Tapi hati-hati bagi Anda yang mengalami mabuk laut.

Kapal laut biasanya banyak dipilih oleh pemudik yang memliki rute cukup jauh tapi tak memiliki uang lebih untuk membeli tiket pesawat yang terlalu mahal. Ada juga pemudik yang suka naik kapal laut karena sepanjang perjalanan akan ditemani panorama laut yang cukup menyenangkan.





Jalan-Jalan ke Yogyakarta, Ada 8 Pantai Keren di Gunungkidul

HeriKiswanto


Yogyakarta - Saat pulang kampung ke Yogyakarta, jangan cuma jalan-jalan ke Maliboro dan keraton saja. Kini, habiskan momen mudik bersama keluarga dengan menjelajah deretan pantai bersih dan tenang di Gunungkidul.


Kini, Gunungkidul menjadi naik daun karena memiliki deretan pantai yang memiliki panorama alam yang luar biasa. Mulai dari tebing, batuan karang sampai tempat peribadatan, berikut 8 pantai paling keren di Gunungkidul




1. Pantai Indrayanti

Jika Anda rindu suasana pantai ala Bali, saat pulang kampung ke Yogyakarta Anda harus mampir ke Pantai Indrayanti, Gunungkidul. Pengelola menyulap pantai ini dengan sentuhan suasana moderen. Lembaran pasir pantai dipenuhi wisatawan yang berteduh di bawah payung yang berwarna-warni.


Banyak cara untuk menghabiskan waktu liburan ke pantai ini. Ada aneka permainan air yang bisa jadi alternatif dan mengacu adrenalin saat Anda berlibur ke sana. Anda juga bisa makan bersama keluarga di restoran yang menyediakan beragam kuliner laut yang super lezat.


 

 





2. Pantai Kukup

Berada di di Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari, sekitar 25 km ke arah selatan dari Wonosari. Pantai Kukup juga menjadi istana para wisatawan yang ingin melepas penat di pinggiran pantai yang serba biru. Pantai Kukup terletak di antara Pantai Baron dan Pantai Sepanjang.


Ada pulau karang yang dihubungkan dengan jembatan, dari atas sana Anda bisa melihat  eloknya hamparan pantai disertai deburan ombak yang cukup besar. Disebut-sebut pantai ini menjadi saingan berat Tanah Lot karena suasananya mirip. Pantai ini juga mempunyai jejeran cottage jika Anda dan keluarga ingin menginap di sana.

 

 

 






3. Pantai Sundak

Konon, pantai ini memiliki cerita legenda perkelahian antara anjing yang dalam bahasa Jawa adalah asu dan landak. Kemudian dipadukan menjadi Sundak. Belakangan ini, pantai ini naik daun kerana banyak wisatawan yang lupa diri jika berlibur ke sana.


Pantai ini memiliki tebing cantik yang sekilas mirip dengan hewan iguana jika dilihat dari kejauhan. Terletak di Desa Sidoharjo, Kecamatan Tepus. Pantai ini masih berderet dengan pantai Kukup, Krakal, Sepanjang dan Pantai Baron. Hamparan bibir pantai diwarnai karang-karang mungil dengan biota laut nan menggemaskan.

 

 

 






4. Pantai Ngetun

Pantai Ngetun berada di Dusun Sureng, Desa Purwodadi, Kecamatan Tepus. Jalan menuju pantai ini cukup terjal dan suasana pedesaan terasa melekat. Eksotisme pantai ini belum begitu diketahui banyak traveler. Di sekitar pantai terlihat tebing cantik yang menjorok ke perairan.


Kaki Anda akan menapaki pasir pantai berwarna cokelat muda yang masih lembut. Jika beruntung Anda bisa melihat kehidupan masyarakat sekitar yang berprofesi sebagai nelayan. Mereka menjaring aneka ragam hasil laut seperti lobster dan ikan laut.

 

 

 






5. Pantai Wediombo

Dari Kota Yogyakarta, pantai ini bisa ditempuh dengan jarak sekitar 3 jam. Pantai ini juga menyuguhkan pesona pantai yang tak kalah memukau. Apalagi jika Anda dan keluarga memiliki hobi memancing. Ayo datang saja ke Pantai Wediombo di Desa Jepitu, Girisubo, Gunungkidul saat libur Idul Fitri nanti.


Arti nama Wediombo berarti pasir lebar. Namun sebaliknya, pasir yang terlihat di pantai ini nyaris tak ada. Pantai ini dipenuhi dengan karang-karang yang tajam. Uniknya, Anda akan mendapat spot memancing yang berbeda yakni duduk di atas tebing karang. Asyik!

 

 

 





6. Pantai Ngobaran

Pantai yang terletak di Desa Kanigoro, Saptosari ini memiliki 4 tempat peribadatan agama yang berbeda di lingkungan pantai. Jika air laut surut, Anda bisa melihat tumbuhan rumput laut hijau dan coklat yang masih bertebaran di perairan laut.


Ternyata, Pantai Ngobaran menjadi saksi sejarah Brawijaya V, salah satu keturunan raja Majapahit. Ia mendirikan tempat peribadatan dengan arsitektur kejawen. Jika perut Anda terasa lapar, coba saja makan landak laut digoreng pedas yang dijual oleh penduduk setempat di sekitar pantai.

 

 

 




7. Pantai Krakal


Pantai ini sangat terkenal memiliki ombak yang ganas. Panorama laut yang dimiliki sama seperti pantai-pantai lain yang ada di Gunung Kidul. Tepat di sebelah Pantai Sundak yag tak jauh dari Wonosari, Gunung Kidul.


Saat menuju pantai ini, Anda akan ditemani bukit kapur yang diselingi batuan karang. Kini, banyak para surfer yang melirik dan ingin menaklukkan ganasnya ombak. Pantai ini juga sudah mulai dilirik wisatawan mancanegara dan mulai dikembangkan menjadi perkampungan wisatawan.

 

 

 





8. Pantai Baron

Pantai Baron merupakan deretan pantai pertama yang ditemukan di Gunungkidul yang memiliki panorama yang menggoda beberapa tahun lalu.Keindahan Pantai Baron tak hanya dihiasi dengan perairan air laut yang asin. Di sana terdapat juga sungai air tawar bawah tanah dan juga menjadi idola traveler yang bermuara langsung ke Samudera Indonesia .


Pantai ini selalu dijadikan tempat untuk upacara adat kejawen masyarakat setempat saat momen-momen tertentu. Anda juga mencicpi kuliner khas Pantai Baron yakni Sop Kakap yang enak dan dijamin murah meriah.








Indahnya Air Terjun Madakaripura Probolinggo

Air Terjun Madakaripura


Hallo temen-temen, baru sempet update artikel artikel lagi ni. Kali ini saya mau berbagi cerita pengalaman saya liburan ke Air terjun Madakaripura dan Gunung Bromo Probolinggo Jawa Timur. Untuk kali liburan kali ini saya menggunakan jasa travel yang dikelola oleh teman kampus saya nama travelnya Kemuning Indowisata ( promosi dulu buat temen hiihihii). Peserta travel yaitu 43 orang, perjalanan menggunakan KA AC Ekonomi Kertajaya dengan tiket 120rb St.Pasar Senen JKT - St.Pasar Turi Surabaya. Perjalanan menggunakan KA dari St.Senen pukul 14.00 WIB kemudian tiba di St.Pasar Turi Surabaya pukul 04.00 WIB. Ketika samapai di stasiun kami pun istirahat dan solat subuh dahulu sambil menunggu mobil elf yang akan mengantarkan ke Air Terjun Madakaripura. Setelah mobil datang jam 06.00 pagi kami lalu sarapan dahulu baru melanjutkan perjalan menuju Probolinggo. Dalam perjalanan kami mampir untuk membeli oleh-oleh di Toko Mitra Jl. Mojopahit No.50 Sidoarjo. Oiya saya merekomendasaikan toko ini karena memang makanan yang dijual enak dan murah. Setelah itu perjalanan kami lanjutkan dan sampai di Air Terjun Madakaripura kira-kira 3-4 jam dalam perjalanan dari Surabaya.


Air Terjun Madakaripura


Di Stasiun Pasar Turi Surabaya


IMG_7514s


Sarapan di Stasiun Pasar Turi Surabaya


Air Terjun Madakaripura


 

Pemandangan perjalanan menuju Air Terjun


Air Terjun Madakaripura adalah sebuah air terjun yang cantik dan masih berada dalam kawasan Taman Nasional Bromo-Tengger-Semeru karenanya dapat menjadi destinasi tambahan bagi pendaki Gunung Bromo. Lokasi Air Terjun Madakaripura tidak terlalu jauh dari Gunung Bromo, tepatnya di dekat Desa Sapih, Kabupaten Lombang
Air Terjun Madakaripura diyakini sebagai tempat meditasi terakhir Patih Gajah Mada dari Kerajaan Majapahit. Air terjun yang menjulang tinggi ini dijuluki air terjun abadi karena tidak pernah berhenti mencurahkan tirai air halus serupa curahan hujan bagi orang-orang yang dapat melintas di bawahnya.


Air Terjun Madakaripura


Foto di patung Gajah Mada


Air Terjun Madakaripura


Menuju Air Terjun


Air Terjun Madakaripura Air Terjun Madakaripura


Pemandangan Indah menuju Air Terjun


Meskipun belum sampai tepat di air terjun, berhati-hatilah karena besar kemungkinan kalian akan basah oleh tirai air yang menghujani dari tebing-tebing yang kalian lalui. Untuk melindungi diri agar tidak basah, sebaiknya bawalah jas hujan atau payung. Terdapat jasa penyewaan payung dan penjualan kantong plastik untuk melindungi barang-barang berharga kalian, seperti kamera dan lainnya, di sepanjang jalan menuju air terjun. Pastikan pula, kalian memakai alas kaki yang nyaman, sebab jalur yang kalian lalui adalah jalur berjalan kaki di medan yang licin. Sudah terdapat banyak warung di sekitar air terjun tempat membeli makan dan minuman. Jadi, bawalah bekal secukupnya.


Meskipun belum sampai tepat di air terjun, berhati-hatilah karena besar kemungkinan kalian akan basah oleh tirai air yang menghujani dari tebing-tebing yang kalian lalui. Untuk melindungi diri agar tidak basah, sebaiknya bawalah jas hujan atau payung. Terdapat jasa penyewaan payung dan penjualan kantong plastik untuk melindungi barang-barang berharga kalian, seperti kamera dan lainnya, di sepanjang jalan menuju air terjun. Pastikan pula, kalian memakai alas kaki yang nyaman, sebab jalur yang kalian lalui adalah jalur berjalan kaki di medan yang licin. Sudah terdapat banyak warung di sekitar air terjun tempat membeli makan dan minuman. Jadi, bawalah bekal secukupnya. Meskipun belum sampai tepat di air terjun, berhati-hatilah karena besar kemungkinan kalian akan basah oleh tirai air yang menghujani dari tebing-tebing yang kalian lalui. Untuk melindungi diri agar tidak basah, sebaiknya bawalah jas hujan atau payung. Terdapat jasa penyewaan payung dan penjualan kantong plastik untuk melindungi barang-barang berharga kalian, seperti kamera dan lainnya, di sepanjang jalan menuju air terjun. Pastikan pula, kalian memakai alas kaki yang nyaman, sebab jalur yang kalian lalui adalah jalur berjalan kaki di medan yang licin. Sudah terdapat banyak warung di sekitar air terjun tempat membeli makan dan minuman. Jadi, bawalah bekal secukupnya.

Suasana Air Terjun


IMG_3275 IMG_3282


Lokasi air terjun spektakuler ini tersembunyi di ujung lembah yang dalam di kaki bukit Pegunungan Tengger. Untuk sampai ke air terjun ini, kalian perlu berjalan kurang lebih 20 menit menyeberangi sungai dan jalan berbatu sebelum sampai di pintu masuk. Akan tetapi, suguhan pemandangan yang hijau indah di sepanjang jalan adalah hiburan tersendiri yang dapat mengobati rasa lelah. Patung besar Patih Majapahit, Gajah Mada dalam posisi duduk meditasi akan menyapa setiap pengunjung sebelum mereka melanjutkan perjalanan lebih jauh ke pusat air terjun.
Kemegahan alam pegunungan adalah latar yang sempurna bagi air terjun yang menyimpan nilai historis Kerajaan Majapahit ini. Suara gemuruh air yang kian dekat kian keras berpadu dengan keindahan tirai air terjun di kejauhan adalah suguhan alam yang tidak hanya akan memuaskan mata tetapi juga menyegarkan tubuh dan jiwa.


IMG_3286


Makan gorengan dan teh hangat di sekitar air terjun


Setelah puas bermain di Air Terjun Madakaripura, kami pun bergegas menuju mobil, oiya ketika perjalanan menuju mobil saya menyempatkan diri untuk membeli cemilan dan minuman hangat diwarung sekitar perjalanan air terjun. Sangking lapernya saya melahap 10 gorengan dan segelas teh hangat :D.


Sekian perjalanan saya di Air Terjun Madakaripura. Selanjutnya perjalanan akan dilanjut ke Gunung Bromo untuk melihat Sun Rise serta bermain di kawasan Gunung Bromo.
Tunggu cerita selanjutnya ya :D

 




Rekomendasi penginapan daerah Gn.Bromo :

1. Harris Hotel And Conventions Malang

2. Solaris Hotel Malang

3. Bromo Cottages Hotel