Salam Kuliner
Lokasi: Jl. Gading No. 2 Selatan Alun-alun Kidul Keraton, Yogyakarta , Tlp.081392747998
Yogyakarta - Saat pulang kampung ke Yogyakarta, jangan cuma jalan-jalan ke Maliboro dan keraton saja. Kini, habiskan momen mudik bersama keluarga dengan menjelajah deretan pantai bersih dan tenang di Gunungkidul.
Jika Anda rindu suasana pantai ala Bali, saat pulang kampung ke Yogyakarta Anda harus mampir ke Pantai Indrayanti, Gunungkidul. Pengelola menyulap pantai ini dengan sentuhan suasana moderen. Lembaran pasir pantai dipenuhi wisatawan yang berteduh di bawah payung yang berwarna-warni.
Berada di di Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari, sekitar 25 km ke arah selatan dari Wonosari. Pantai Kukup juga menjadi istana para wisatawan yang ingin melepas penat di pinggiran pantai yang serba biru. Pantai Kukup terletak di antara Pantai Baron dan Pantai Sepanjang.
Konon, pantai ini memiliki cerita legenda perkelahian antara anjing yang dalam bahasa Jawa adalah asu dan landak. Kemudian dipadukan menjadi Sundak. Belakangan ini, pantai ini naik daun kerana banyak wisatawan yang lupa diri jika berlibur ke sana.
Pantai Ngetun berada di Dusun Sureng, Desa Purwodadi, Kecamatan Tepus. Jalan menuju pantai ini cukup terjal dan suasana pedesaan terasa melekat. Eksotisme pantai ini belum begitu diketahui banyak traveler. Di sekitar pantai terlihat tebing cantik yang menjorok ke perairan.
Dari Kota Yogyakarta, pantai ini bisa ditempuh dengan jarak sekitar 3 jam. Pantai ini juga menyuguhkan pesona pantai yang tak kalah memukau. Apalagi jika Anda dan keluarga memiliki hobi memancing. Ayo datang saja ke Pantai Wediombo di Desa Jepitu, Girisubo, Gunungkidul saat libur Idul Fitri nanti.
Pantai yang terletak di Desa Kanigoro, Saptosari ini memiliki 4 tempat peribadatan agama yang berbeda di lingkungan pantai. Jika air laut surut, Anda bisa melihat tumbuhan rumput laut hijau dan coklat yang masih bertebaran di perairan laut.
7. Pantai Krakal
Pantai ini sangat terkenal memiliki ombak yang ganas. Panorama laut yang dimiliki sama seperti pantai-pantai lain yang ada di Gunung Kidul. Tepat di sebelah Pantai Sundak yag tak jauh dari Wonosari, Gunung Kidul.
Pantai Baron merupakan deretan pantai pertama yang ditemukan di Gunungkidul yang memiliki panorama yang menggoda beberapa tahun lalu.Keindahan Pantai Baron tak hanya dihiasi dengan perairan air laut yang asin. Di sana terdapat juga sungai air tawar bawah tanah dan juga menjadi idola traveler yang bermuara langsung ke Samudera Indonesia .
Kali ini kunjungan saya di Jogja yaitu ke Candi Borobudur. Sejarah Candi Borobudur terletak di Desa Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Candi ini merupakan candi Buddha terbesar kedua setelah Candi Ankor Wat di Kamboja dan termasuk dalam salah satu dari tujuh keajaiban dunia.
Borobudur adalah nama sebuah candi Budha yang terletak di Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Indonesia. Lokasi candi adalah kurang lebih 40 km di sebelah barat laut Yogyakarta. Candi berbentuk stupa ini didirikan oleh para penganut agama Buddha Mahayana sekitar tahun 800-an Masehi pada masa pemerintahan Wangsa Syailendra. Monumen ini terdiri atas enam teras berbentuk bujur sangkar yang diatasnya terdapat tiga pelataran melingkar, pada dindingnya dihiasi dengan 2.672 panel relief dan aslinya terdapat 504 arca Budha. Stupa utama terbesar teletak di tengah sekaligus memahkotai bangunan ini, dikelilingi oleh tiga barisan melingkar 72 stupa berlubang yang didalamnya terdapat arca buddha tengah duduk bersila dalam posisi teratai sempurna dengan mudra (sikap tangan) Dharmachakra mudra (memutar roda dharma).
Untuk menuju candi Borobudur saya menggunakan angkutan umum Bus apa saja dengan jurusan Terminal Giwangan yang melintas di depan Hotel saya menginap yaitu Hotel Puspita yang dekat dengan Keraton Jogja. Tarif bus ke terminal Giwangan 5rb /org. Setelah sampai di terminal Giwangan lalu naik Bus dengan jurusan Borobudur Magelang. Biasanya bus-bus jurusan Jogja-Magelang bus kecil yang sudah reyot-reyot :D. Untuk tarif busnya 15rb /org. Bus akan singgah di terminal Jombor-Mlati-Muntilan-Borobudur. Perjalanan kurang lebih 1,5 jam.
Suasana di dalam Bus menuju Borobudur
Suasana di dalam andong menuju Borobudur
Setibanya di terminal Borobudur saya dan teman2 mengisi perut dulu untuk makan siang di sekitar terminal Borobudur. Setelah kenyang perjalanan kami lanjutkan dengan menaiki andong, jarak yang ditempuh sekitar 300m dengan tarif 15rb. Untuk tiket masuk Candi Borobudur 30rb /org. Ketika masuk ke kawasan komplek Candi, tak lupa untuk jeprat-jepret untuk mengabadikan kunjungan yang luar biasa ini. Sangat berkesan sekali ketika berkunjung di Candi Borobudur, Sangat indah negri ku ini.
Pelataran depan komplek candi Borobudur
Area depan menuju Candi Borobudur
Area depan menuju Candi Borobudur
Stupa Candi Borobudur
Area Taman candi Borobudur
Area Taman candi Borobudur
Untuk informasi penginapan di Jogja, berikut daftar hotel murah yang saya rekomendasikan.
Semoga liburan kalian menyenangkan :D
Melanjutkan postingan wisata di Selatan Kota Jogja tepatnya di Gunung Kidul, kali ini saya mau berbagi pengalaman Cave Tubing di Goa Pindul yang terdapat di Desa Bejiharjo Kab. Gunung Kidul tepatnya di sebelah selatan Kota Jogja.
Untuk HTM wisata cave tubing dikenakan biaya 30rb dengan fasilitas pemandu. pelampung bodyrafting, ban tubing, sepatu air, wedang jahe, transportasi dan asuransi. Saya ke wisata ini ditemani dengan Desi, Bowo dan Juwita.
*Lokasi Depan Loket*
Cave Tubing Goa Pindul merupakan goa horizontal-vertikal dengan aliran sungai bawah tanah memiliki panjang 350 meter, lebar 5 meter dengan kedalaman 5-12m Memiliki 3 zona yaitu zona terang, zona remang dan zona gelap, Adapun kedalaman air berkisar 0,5-7 meter Debit air stabil baik musim hujan maupun kemarau sehingga wisata alam ini aman untuk semua kalangan.
*Mau masuk dalam Goa*
*Baru masuk dalam Goa*
*Zona Remang Goa*
Setelah mengganti pakaian, memakai pelampung serta mamakai sepatu air, kami kemudian berdoa terlebih dahulu dengan seorang pemandu wisata. Setelah itu kami mulai menjelajah masuk di zona terang didekat pintu masuk goa, banyak stalagnit diatas kami yang masih aktif. Kemudian masuk ke zona remang terdapat stalagtit terbesar ke 4 didunia, keunikan batu "Gong" yang menghasilkan bunyi seperti alat musik Gong gamelan ketika dipukul.Semua stalagnit di sini masih terus memanjang ke bawah, kalo kata pemandunya sih menambah 1mm /tahun. Jadi stalagnit di sini yang sudah besar2 usiannya sudah mencapai ribuan tahun katanya. Kemudan kami memasuki di zona gelap abadi dimana zona ini tidak terlihat cahaya sama sekali dan zona paling dalam yaitu 12m. Di zona ini terdapat batu tirai yang konon tetes airnya bisa membuat awet muda, Batu Perkasa yang membuat kaum lekaki tambah hebat :D ( itu kata pemandunya ya hehehe ). Goa ini juga merupakan area sarang burung walet, kelelawar, berbagai spesies ikan air tawar.
*Batu Perkasa*
*Batu Tirai (tetesannya bisa buat awet muda :D*
*Stalagnit terbesar*
*Narsis di zona terang*
*Lubang di tengah goa*
*Diujung Goa*
*main-main dulu sebentar sebelum pulang*
Setelah itu kami tiba di zona yang terdapat cahaya matahari dari lubang atas goa, dari sini sangat indah sekali untuk jeprat jepret narsis2an heheheee. Kemudian kami menuju ke pintu luar goa, perjalanan kami di dalam goa kurang lebih 1,5 jam. Setelah keluar dari goa kami dijemput dengan mobil jemputan khas Goa Pindul yaitu "PAJERO" (Panas N'Jobo N'Jero) wkwkwkwk...
*Naik "PAJERO" Panas N'jobo N'jero*
Setelah tiba di tempat basecamp kami lalu membilas pakaian, setelah itu kami disuguhi minuman hangat wedang jahe khas Goa Pindul :D lumayan buat menghangatkan tubuh.hehehee....
Ok, sekian dulu ya pengalaman saya menyusuri Goa Pindul Jogja. Ikuti terus postingan saya selajutnya di tempat wisata yang gak kalah seru...sampai jumpa.
Selama berlibur di Jogja, gak seru kalo gak mampir ke Gunung Kidul. Dari informasi yang saya dapat, disana katanya banyak wisata pantai yang sangat indah, bahkan katanya lebih indah dari pantai di Bali. Untuk mencapai kawasan pantai di Gunung Kidul dari Kota Jogja saya memutuskan untuk menyewa Mobil, karena jaraknya yang cukup jauh memakan waktu kurang lebih 2 jam perjalanan. Untuk harga penyewaan mobil Avanza 1 hari yaitu 500rb sudah include supir+bensin, tiket masuk cave tubing Goa Pindul+tiket masuk semua pantai. Oiya saya ke ke Gn.Kidul ditemani oleh sang kekasih :D Desi dan 2 orang teman saya Bowo serta Juwita.
Jam 7 pagi mobil sudah standby di depan penginapan kami, setelah sarpan kamipun langsung berangkat jam stgh 8. Dalam perjalan saya berbincang2 dengan supir yaitu Mas Rus yang orang asli Gn.Kidul, Pak Supir banyak menceritakan tempat2 wisata yang menarik di sana. Denger ceritanya yang menarik maka saya pun tak sabar untuk segera sampai di tempat tujuan. Tidak terasa kurang lebih 2 jam perjalan kami akhirnya sampai di kawasan pantai, dengan membayar tiket retribusi pantai 5rb/orang ( murah yak :D).
Pantai yang kami kunjungi adalah pantai Indrayanti yang sangat terkenal di Gn.Kidul, karena pantai ini terkenal dengan keindahannya, bersih dan belum banyak dijamah oleh orang2 (belum tercemar). Dari informasi yang saya dapat konon katanya nama Pantai Indryanti didapat dari nama rumah makan di depan pantai tersebut yaitu Rumah Makan Indrayanti ( nama pemilik rumah makan tersebut adalah Indra dan Yanti ). Dahulu sih nama pantainya Pantai Pulang Syawal.
*Suasana Pantai Indrayanti*
Setelah saya kunjungi memang benar adanya kalau pantai Indrayanti sangat indah dan bersih, apalagi pasirnya yang lembut. Di tepi pantai juga terdapat sebuah tebing yang indah. Untuk menjaga agar tetap bersih, petugas disana akan memberikan denda 10rb barang siapa yang membuang sampah di kawasan pantai.
*Diatas tebing Pantai Indrayanti*
Setelah lama bermain di Pantai Indrayanti, kemudian kami akan menuju ke Goa Pindul untuk berCave Tubing menyusuri sungai didalam Goa. Tunggu terusan cerita ini di postingan saya selanjutnya ya :D